Selasa, 21 Mei 2013
BUku-Buku Mini di Dunia
Tidak mudah untuk menilai dan memastikan secara akurat buku terkecil di dunia. Berikut 5 buku yang disebut-sebut buku terkecil di dunia saat ini. Ke 5 buku ini membutuhkan sebuah jarum untuk memindahkan halaman dan teropong agar bisa membaca tulisannya.
1. Teeny Ted from Turnip Town (2007) adalah judul buku yang dibuat oleh Nano Imaging Laboratory di Universitas Simon Fraser. buku ini berukuran 0.07 mm x 0.10 mm, yang terdiri dari 30 mikrotablet.
2. Chekhov’s Chameleon, sebuah buku rusia milik kepala pustakawanCollege-Conservatory of Music Library di Amerika. buku ini berukuran 0.76 mm x 0.76 mm, dan memiliki 30 halaman.
3. Old King Cole. buku ini berukuran 1.01 mm x 1.01 mm. buku ini bagian dari koleksi U.S. Library of Congress.
4. Kobzar of Taras Shevchenko, dipublikasikan di ukraina pada tahun 1840. buku ini berukuran 2.79 mm x 2.79 mm.
5. buku berjudul The World’s Smallest Book, di produksi di jerman tahun 2001. buku ini berukuran 3.04 mm x 3.30 mm.
Jika dibandingkan dengan korek api,yg umumnya berdiameter 5.84 mm. maka kelima buku ini akan dapat "duduk" dengan nyaman,bahkan dalam keadaan terbuka.
sumber : asalasah
6 Buku Paling Fenomenal di Dunia
Penyebaran ilmu dan pengetahuan telah dilakukan oleh berbagai bangsa dalam berbagai budaya, melalui simbol gambar, ikon, lukisan, prasasti termasuk kemudian buku. Sebuah sejarah dan beberapa kejadian yang terjadi di waktu lampau bahkan dapat kita temukan di dalam buku. Berbagai ide, pemikiran dan pencerahan bahkan dituliskan di beberapa helai kertas dan disusun menjadi sebuah buku.
Namun sangat disayangkan beberapa buku-buku yang berisikan hal penting banyak yang sudah hilang, rusak baik secara disengaja maupun tidak disengaja. Mereka yang sengaja membakar buku, adalah mereka yang takut manusia-manusia di sekitarnya menjadi pintar dan tak sanggup menghadapinya. Berikut ini adalah 6 buku fenomenal yang diprediksi dapat mengubah dunia.
1. Epos Cycle
Karya: Beberapa Penulis
Sebuah karya epik saga (kisah heroik ala Bangsa Viking Norwegia dan Islandia) yang berisikan tentang “Illiad” dan “Odyssey”. Seluruh kisah yang terdapat di dalam saga ini sangatlah spektakuler, memiliki delapan babak, namun Homer menyebutkan dua.
Epos Cycle bercerita tentang petualangan lengkap Odyssey, yang secara puitis Aristoteles mengatakan bahwa pendeskripsian Homer hanyalah guntingan- guntingan saja dan merupakan bagian yang paling menarik.
Gaya tersebut sangat memperanguhi kebudayaan dan kesenian di masa selanjutnya, seperti dalam karya tulis novel, musik, film, tarian, dan semuanya sangat menakjubkan.
Bahkan untuk kisah “Illiad”, dikenal sebagai kisah non-reliji yang paling hebat di dunia (seandainya ilmu pengetahuan tidak membuktikan bahwa Zeus tinggal di Puncak Olympus) dan itu hanya bagian kecil saja.
2. Penciptaan Waktu
Karya: Archimedes
Buku ini diasumsikan sebagai sebuah penjelasan mengenai terciptanya sebuah “mukjizat”, berasal dari Yunani Kuno. Planetarium, jam astronomi, dan semua hal yang mereka ciptakan untuk mempermudah hidup.
Namun dengan menyesal kita tidak dapat menjelaskan mekanisme Antikythera, sebuah mekanisme kalkulator kuno yang ditemukan sekitar 100 abad sebelum masehi, yang tidak terlihat lagi setelah 1000 tahun kemudian.
Di dalam buku ini Anda dapat menemukan perencanaan untuk membuat unit kalkulator, sehingga kita dapat membuatnya sendiri dan siapa tahu mesin waktu juga.
Bahkan hanya memiliki sedikit perbedaan dengan standar mekanis jam modern, jadi bayangkan saja apa yang tertulis di dalam buku tersebut.
Sangat disayangkan semua yang terdapat di dalam buku ini harus terkubur di suatu tempat, hal ini diakibatkan oleh Bangsa Romawi yang membenci Bangsa Yunani. Bangsa Romawi membakar semua buku berharga dari perpustakaan Alexandria.
3. Buku-Buku Langka di Rumah Kebijaksanaan (Bait al-Hikma)
Sebuah perpustakaan besar di Baghdad yang dikenal dengan Perpustakaan Kongres, menyimpan sebuah buku yang langka (sejauh ini dikabarkan masih ada) berasal dari tiga benua. Buku ini ditulis dan disusun di Era Keemasan Islam (antara 750-1257 setelah masehi).
Buku ini berisikan mengenai cara Bangsa Persia menyembunyikan ilmu pengetahuan, medis, astronomi dan beberapa penemuan yang mereka dapatkan selama penjelajahan.
Karena itulah mereka dikenal sebagai bangsa yang hebat sepanjang masa. Katalog mereka tidak terhitung dan perpustakaan mereka menyerupai universitas tempat semua manusia mencari pengetahuan mengenai berbagai hal.
Baghdad pun dikenal sebagai tempat terbaik ilmu pengetahuan dituliskan dan disembunyikan untuk tujuan tertentu, sehingga sangat disayangkan manusia-manusia sekarang tidak mengetahuinya. Di dalam buku tersebut diduga memiliki sebuah pengetahuan Bangsa Romawi yang memiliki sebuah tanaman yang dapat mencegah kehamilan, namun mereka menghancurkannya.
Baghdad sebagai pusat dari matematika dan ilmu pengetahuan, dan pemaparan ilmiah kisah perjalanan waktu yang dilakukan oleh Nabi Muhammad (Isra” Miraj), atau bahkan karya Hipocrates mengenai penyembuhan penyakit aneh. Semuanya telah dihancurkan, dan kita tidak mengetahuinya.
Semua kesalahan mengenai hal ini tampaknya harus dilimpahkan kepada Bangsa Mongol yang memasuki Kota Baghdad dan menempatinya pada 1258, mereka membuang semua buku ke sungai Tigris.
Sehingga mereka yang selamat dari peperangan itu, mengatakan bahwa air sungai tersebut berwarna hitam akibat tinta yang berasal dari buku-buku tersebut selama hampir satu tahun.
4. Gospel of Eve
Karya: Belum diketahui (anonim)
Gospel of Eve, disebut-sebut sebagai buku paling erotis (banyak mengandung seksualisme) sekaligus yang paling diragukan kebenarannya, mungkin karena hal terakhir tadi itulah kenapa pihak gereja harus banyak membahas kontroversi ini dan melarang konsep “Seks Bebas” (Coitus interruptus) serta sebuah adegan menelan cairan sperma dalam suatu upacara. Semua hal yang kontroversial dan memalukan dipaparkan di dalam buku ini.
Buku ini sangat berbahaya karena mempertanyakan 2000 tahun lamanya terhadap selibasi (tidak menikah dan atau berhubungan seks) dan penyucian yang dialami oleh pendeta Kristen.
Kita tidak pernah mengetahuinya, tidak akan pernah, karena secara superioritas gereja, seperti Ephipanius telah membuangnya dari semua misi kristen, guna mencegah dunia dari perlakuan seks bebas dan tanpa pernah berpikir bahwa hal tersebut adalah dosa.
5. Hermocrat
Karya: Plato
Dua bagian pertama dari Trilogi Plato adalah “Critias” dan “Timateus” karya tersebut diduga merupakan transkrip dari sebuah pemikiran hebat.
Seandainya “Hemocrat” memiliki kedekatan dengan dua bagian dari trilogi yang sempurna, maka buku ini seharusnya berisikan konsep molekul ataupun bagian-bagian terbaik, dan akan memengaruhi pemikiran selanjutnya.
Dengan memikirkan bahwa buku yang kedua akan selesai di tengah-tengah kalimat, yang seharusnya menjadi buku bagian ketiga (bagian yang hilang), menceritakan nasib Atlantis yang telah diulas di dua buku sebelumnya.
Dan sekarang tidak ada yang mengetahui di mana buku ini berada. Beberapa menyebutkan bahwa Plato tidak pernah menyelesaikan buku ini.
6. Ab Urbe Condita Libri (Penciptaan Sebuah Kota)
Karya: Titus Livius
Buku yang berisikan detail sejarah Roma dari leluhur Bangsa Troya kepada Agustus yang memerintah 800 tahun kemudian, apa yang dikatakan semuanya adalah tentang Roma. Buku ini tersusun dari 142 buku besar, sebuah buku yang luar biasa. Ketika Kekaisaran Roma Barat jatuh, Livius lah yang menyaksikan semua yang terjadi saat itu. Dan semuanya telah hilang.
Semua sejarah mengenai Bangsa Romawi dapat ditemukan di dalam buku tersebut. Bahkan ada beberapa bagian dari karya Livius yang turut andil dalam terciptannya era renaisans, dan semua karya tulisnya hingga kini masih dikagumi.
Eropa membutuhkan ribuan tahun untuk memahami bahwa buku tersebut di tulis setelah kejatuhan Roma. Sehingga ketika mereka menggali situs dan makam- makam tua, mereka menemukan 35 serial buku ini. Semua sejarah tentang Roma ditulis berdasarkan data yang terdapat di dalam buku Livius ini.
sumber : didunia
5 Fakta Unik Tentang Baca Buku
Laris tidaknya sebuah buku di pasaran bukan hanya bergantung pada isi, harga, dan siapa penulisnya. Sejumlah faktor yang mempengaruhi keterbacaan buku, di antaranya ukuran, genre buku, dan sudut pandang pembaca.
Majalah Tempo edisi 17 September mengungkapkan sejumlah fakta tentang membaca buku, seperti dikutip dari Dailyinfographic dan Nowsourching.
Berikut ini fakta tentang buku:
1. Jenis buku
Jenis buku yang paling banyak dibaca adalah buku percintaan, motivasi, sastra, dewasa, fiksi ilmiah, buku resep masakan, buku sejarah, dan buku agama.
2. Jumlah halaman yang dibaca
Sebanyak 30 persen pembaca akan menyelesaikan bacaannya sebelum halaman 50. Sebanyak 87 persen pembaca membaca buku mereka sampai dengan 300 halaman. Sebanyak 74 persen hingga 400 halaman, dan semakin tebal, semakin sedikit persentase orang yang tuntas membaca buku. Untuk buku dengan tebal sekitar 700 halaman, dibaca hanya sekitar 35 persen pembaca.
3. Harga buku
Buku dengan harga US$ 0,99 atau sekitar Rp 9.400 berpotensi 12 kali lebih banyak terjual. Adapun buku seharga US$ 3,99 (sekitar Rp 37.900) lebih banyak menghasilkan pendapatan. Sementara buku seharga US$ 7,99 (sekitar Rp 75.900) berpotensi lima kali lebih banyak dibaca.
4. Pembaca lelaki dan perempuan
Pria 10 kali lipat cenderung tertarik pada buku yang menampilkan tokoh protagonis laki-laki. Sementara perempuan cenderung menyelesaikan baca buku 50 persen lebih banyak ketimbang pria.
5. Kebiasaan membaca
Mereka yang berusia di bawah 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 48 halaman per jam, lama baca 12 menit, dan dalam sekali mampu membaca sampai 146 halaman.
Adapun mereka yang berusia di atas 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 22 halaman per jam, lama baca 20 menit, dan mencapai 277 halaman dalam sekali baca.
sumber : ibeimam
Majalah Tempo edisi 17 September mengungkapkan sejumlah fakta tentang membaca buku, seperti dikutip dari Dailyinfographic dan Nowsourching.
Berikut ini fakta tentang buku:
1. Jenis buku
Jenis buku yang paling banyak dibaca adalah buku percintaan, motivasi, sastra, dewasa, fiksi ilmiah, buku resep masakan, buku sejarah, dan buku agama.
2. Jumlah halaman yang dibaca
Sebanyak 30 persen pembaca akan menyelesaikan bacaannya sebelum halaman 50. Sebanyak 87 persen pembaca membaca buku mereka sampai dengan 300 halaman. Sebanyak 74 persen hingga 400 halaman, dan semakin tebal, semakin sedikit persentase orang yang tuntas membaca buku. Untuk buku dengan tebal sekitar 700 halaman, dibaca hanya sekitar 35 persen pembaca.
3. Harga buku
Buku dengan harga US$ 0,99 atau sekitar Rp 9.400 berpotensi 12 kali lebih banyak terjual. Adapun buku seharga US$ 3,99 (sekitar Rp 37.900) lebih banyak menghasilkan pendapatan. Sementara buku seharga US$ 7,99 (sekitar Rp 75.900) berpotensi lima kali lebih banyak dibaca.
4. Pembaca lelaki dan perempuan
Pria 10 kali lipat cenderung tertarik pada buku yang menampilkan tokoh protagonis laki-laki. Sementara perempuan cenderung menyelesaikan baca buku 50 persen lebih banyak ketimbang pria.
5. Kebiasaan membaca
Mereka yang berusia di bawah 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 48 halaman per jam, lama baca 12 menit, dan dalam sekali mampu membaca sampai 146 halaman.
Adapun mereka yang berusia di atas 40 tahun memiliki rata-rata kecepatan membaca 22 halaman per jam, lama baca 20 menit, dan mencapai 277 halaman dalam sekali baca.
sumber : ibeimam
Buku Terbesar di Dunia
Buku berjudul “This Is Muhammad” adalah buku yang terbesar, terberat, dan buku yang paling mahal di dunia. Saat ini, buku tersebut telah tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai buku terbesar di dunia.
Buku ini memang superbesar. Beratnya lebih dari 1.500 kilogram, dengan panjang lima meter dan lebar empat meter. Terdiri dari 420 halaman raksasa, yang masing-masing lembarnya dibuat dengan campuran kulit dan kertas berkualitas tinggi.
Upacara peluncuran buku tersebut saat itu dihadiri oleh konstelasi pejabat UEA, diplomat, sejumlah tokoh pengusaha, investor, tokoh ulama, peneliti dan tokoh media.
Buku yang dicetak di Jerman itu dihargai 1,323 juta dolar AS. Setelah diluncurkan di Dubai EWorld Centre, buku ini dipamerkan di Kuwait, Qatar, Mesir, dan negara di Eropa dan Amerika. Setelah itu dipamerkan secara permanen di Abu Dhabi.
Seperti judulnya, buku yang ditulis oleh Abdullah Abdulaziz Al Muslih, dibantu sejumlah penulis Arab Saudi dan para cendekiawan itu menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad, dengan gaya yang sederhana.
“Butuh waktu 16 bulan untuk menulis dan mencetak buku ini lebih dari 1 juta kopi dalam empat bahasa, termasuk huruf Braile, Bahasa Italia, dan Denmark,” kata Mohammed Saeed Al Awlaki, Ketua Mshahed Investment Group, sepert dimuat Khaleej Times Online.
Sementara, Shaikh Hamdan bin Rashid Al Maktoum, Wakil Penguasa Dubai sekaligus Menteri Keuangan Uni Emirat Arab memesan 50 ribu kopi buku tersebut. Bukan yang besar, melainkan dalam ukuran normal.
Buku-buku tersebut akan dibagikan pada komunitas internasional agar mereka lebih memahami dengan baik teladan Nabi Muhammad. Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menyebarkan kesadaran masyarakat tentang Islam dan Muslim, dan untuk menyoroti aspek kehidupan Nabi Muhammad.
sumber : dekadeku
Langganan:
Komentar (Atom)




.jpg)




